• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 0402 0000000

Wisata geologi merupakan kegiatan wisata sambil melihat unsur, benda atau fenomena yang berhubungan dengan geologi di suatu daerah. Pada tulisan kali ini saya akan menceritakan perjalanan saya di Pemandian Gumanano pada bulan Januari 2016 kemarin saat balik ke Buton.

Gumanano merupakan nama sebuah desa yang terletak di Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara (pada peta, Desa Gumanano dilingkari oleh warna merah). Secara administrasi, Gumanano termasuk dalam wilayah Kab. Buton Tengah, tetapi secara fisiografi Gumanano terletak di selatan Pulau Muna. Gambar pohon-pohon hijau di sekitar pemandian Gumanano seperti yang terlihat pada gambar pertama di bawah.

Perjalanan saya ke Gumanano sebenarnya merupakan acara sampingan. Acara utama saya balik ke Buton adalah untuk merayakan ulang tahun Ghaisan pada tanggal 23 Januari 2016, tetapi karena saya jarang pulang ke Buton maka saya sempatkan melihat-lihat dan menikmati suasana di Pemandian Gumanano.

Latar belakang saya sebagai lulusan Geofisika dan Geologi sedikit merubah pandangan saya ketika melihat pemandangan alam tertentu. Kalau dulu hanya menikmati pemandangan, sekarang melihat sambil sedikit menginterpretasi apa yang dilihat. Kalau dulu melihat batuan atau bukit hanya berpikir batu itu besar ya, bukit itu tinggi ya. Nah sekarang pandangannya agak meluas, kalau melihat batuan pikiran saya bertanya itu batu apa, kira-kira potensi sumber daya alam wilayah ini apa ya dari segi geologinya, seperti itu sedikit perubahan pandangan saya terkait latar belakang pendidikan saya.

OK. Cukup basa basinya, sekarang kita ke pemandian Gumanano.

Gambar di atas ini adalah pemandangan jalan sekitar 15 meter dari pemandian Gumanano. Jalanan menuju ke sini belum diaspal tapi masih cukup nyaman dan aman untuk sepeda motor atau mobil, ada lahan parkir sebelum pemandian ini. Kiri kanan jalan ditumbuhi pohon-pohon hijau. Pada gambar di atas terlihat ada atap gazebo kecil, nah pemandian Gumanano terletak di bawah gazebo itu. Lebih jelasnya lihat gambar di bawah.

Pemandian ini berbentuk persegi panjang dengan lebar sekitar 4-5 meter dan panjang sekitar 9-10 meter. Yang menarik adalah dinding batu gamping yang menjulang dengan tinggi sekitar 10-13 meter disamping pemandian ini. Pemandian terlihat seperti kolam air disamping batu gamping yang berdiri kokoh dan sangat tinggi. Kalau kita kembali ke konsep geologi, batu gamping ini mencirikan bentang karst yang melewati bagian utara desa Gumanano yang berarah timur-barat. Kawasan karst umumnya berasosiasi dengan banyaknya rekahan, drainase bawah permukaan, cekungan tertutup dan gua. Dari konsep ini dapat diprediksi bahwa di kawasan ini terdapat sungai bawah tanah dan goa. Banyak atau sedikitnya goa tergantung dari seberapa luas kawasan karst di daerah ini.

Secara geologi, pemandian Gumanano merupakan salah satu kolam atau sungai bawah tanah yang merupakan hasil drainase bawah permukaan batu gamping. Dalam skala waktu geologi, pemandian Gumanano awalnya adalah sebuah gua dengan sungai bawah tanah di dalamnya. Hal ini terlihat dari bentuk kolam pemandian yang berbentuk cekungan dengan banyaknya celah dan lubang pada batuan di sisi seberang batu gamping yang menjulang tinggi, kemudian adanya jalan menurun ke bawah untuk sampai ke kolam pemandian ini dengan banyaknya batu gamping di sekitar kolam menunjukkan ciri gua pada umumnya. Selanjutnya gua ini mengalami proses geologi tertentu sehingga tudung atau batuan penutup gua tersingkap menyebabkan sungai bawah tanah mengalami kontak dengan permukaan sehingga menjadi pemandian Gumanano seperti yang terlihat sekarang ini.

Air bening dengan pantulan berwarna hijau dan juga biru menjadi daya tarik tersendiri di pemandian Gumanano. Dengan adanya batu gamping yang menjulang tinggi, pemandian ini seharusnya menjadi area wisata yang menyenangkan. Mungkin pemerintah daerah setempat perlu turun tangan untuk mengurus wilayah ini, sehingga bisa menjadi obyek wisata atau obyek belajar ilmu kebumian. Batu gamping yang menjadi batuan dominan di daerah ini bisa digunakan untuk bahan belajar lapangan mahasiswa ilmu kebumian. Wilayah ini bahkan bisa menjadi laboratorium mini untuk belajar evolusi batuan karbonat khususnya gamping dan karst.

Semoga tulisan ini bisa memberi sedikit informasi tentang pemandian Gumanano. Sayang sekali waktu saya ke tempat ini hanya sebentar saja karena besoknya ada acara ulang tahun Ghaisan sehingga harus berburu dengan waktu. Terimakasih kepada bapak mertua saya Pak La Ofi yang dengan senang hati telah mengantar saya ke tempat ini sehingga banyak bertambah pengetahuan saya tentang wilayah ini, khususnya surface geology Gumanano.

Alamat Kantor

Kantor Dinas Pariwisata Buteng

Alamat: Labungkari, Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah,
Provinsi Sulawesi Tenggara

Telp : -

Email: info@pariwisatabutontengah.com

Fax : -